Sejak tahun 2003, Golden Dragon Houseware telah mulai memproduksi produk-produk peralatan makan melamin yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Learn More...
Di antara begitu banyak makanan khas Jepang, sushi merupakan salah satu yang paling populer dan mendunia. Sushi dapat dinikmati oleh berbagai kalangan dan cocok untuk semua selera karena dibuat dari beragam bahan. Sushi juga termasuk pilihan makanan sehat sehingga banyak yang menyukainya. Ingin kenal lebih dekat dengan makanan sushi? Mari kita simak artikel di bawah ini!
Baca Juga: 7 Macam-macam Tempura yang Nikmat Bikin Ketagihan
Ketika Anda berbicara tentang Jepang khususnya tentang kuliner, sushi jelas menduduki peringkat pertama. Tak hanya di Indonesia, sushi saat ini telah mendunia. Menariknya, sushi kini berkembang secara unik menyesuaikan budaya kuliner di berbagai negara. Misalnya dengan menciptakan varian isi seperti udang goreng, keju, alpukat dan sebagainya. Popularitas sushi di berbagai negara di dunia kian terbukti dari semakin banyaknya restoran Jepang atau Sushi Bar. Fenomena ini juga memicu munculnya inovasi dalam penyajian, termasuk penggunaan peralatan makan yang estetis dan higienis untuk meningkatkan pengalaman bersantap.
Sushi sudah dinikmati sejak jaman dahulu dan menjadi salah satu makanan tertua di Jepang. Cikal bakal sushi dimulai pada zaman Edo yakni antara tahun 1600 hingga 1800 masehi di Jepang. Dahulu orang-orang menangkap ikan dan memasaknya di atas api terbuka dengan cepat. Untuk memperkaya rasa, mereka menambahkan kecap dan cuka di atasnya.
Di awal kemunculannya, sushi dianggap sebagai makanan cepat saji. Jenis sushi yang pertama kali diperkenalkan kala disebut dengan hayazushi. Hayazushi berbentuk seperti nigirizushi namun dengan bentuk yang lebih besar seperti bola nasi yang dibelah menjadi dua bagian. Ketika itu hayazushi diperjualbelikan di kedai pinggir jalan sebagai makanan ringan. Oleh karena itulah bagi masyarakat Edo, sushi menjadi makanan cepat saji pertama di Jepang.
Namun setelah perang dunia kedua, kedai-kedai sushi mulai ditutup dan dipindahkan ke tempat yang lebih nyaman dan bersih. Konsep sushi yang awalnya makanan ringanpun lambat laun berubah menjadi sajian mewah dengan konsep restoran yang formal dan berkelas.
Jadi tak heran jika ketika itu masyarakat dari kalangan biasa hanya menyantap sushi ketika ada perayaan atau acara-acara khusus saja.
Kini sushi menjadi salah satu sajian mewah yang dihargai selangit. Namun tahukah Anda fakta sebenarnya dari sushi? Berikut ulasannya!
Sushi yang kita kenal saat ini cukup berbeda dengan sushi pada awal kemunculannya. Awalnya sushi merupakan sajian ikan asin yang diawetkan di fermentasi dengan cuka, beras dan garam lalu dibuang nasinya. Sajian ini disebut narezushi. Ini dibuktikan dengan penamaannya “sushi” yang memiliki arti “asam”. Penamaan ini ditujukan untuk penghormatan terhadap proses pembuatan atau fermentasinya.
Pada periode selanjutnya, orang-orang mulai tidak membuang nasi dan mengonsumsinya. Lantas pada zaman edo, cuka digunakan untuk menggantikan beras fermentasi dan terus berkembang seperti sushi saat ini.
Kini sushi menjadi hidangan khas Jepang yang terdiri dari nasi yang sudah dicampur dengan cuka dan diberi berbagai jenis bahan mentah sebagai topping atau isian. Tak hanya ikan namun juga daging atau sayuran. Selain itu sushi kini biasanya disajikan dengan kondimen seperti kecap asin, wasabi, dan acar jahe sebagai tambahan. Menariknya, harga sushi dapat melesat seiring meningkatnya popularitasnya. Bahkan ketika disandingkan dengan bahan-bahan yang berkualitas tinggi seperti ikan segar yang langka, maka harganya bisa melangit. Di restoran mewah, penyajian sushi sering menggunakan piring atau tatakan khusus yang dirancang untuk menjaga suhu dan tampilan hidangan tetap optimal. Namun biasanya harga sushi yang melangit ini hanya ditemukan di restoran-restoran eksklusif yang ada di luar negeri.
Banyak bangunan yang hancur ketika terjadi gempa bumi pada tahun 1923. Hal ini juga berdampak pada naik kelasnya sushi. Sushi yang awalnya hanyalah street food naik level menjadi makanan kelas restoran. Kenapa bisa terjadi?
Salah satu alasannya karena harga bangunan setelah gempa turun sehingga para penjual sushi mulai membeli bangunan dengan harga murah.
Ada banyak jenis sushi. Bahkan saat ini ada setidaknya 50 jenis sushi di Jepang. Meski begitu hanya ada beberapa yang populer, salah satunya adalah nigiri. Nigiri merupakan sajian sushi dengan nasi dicampur cuka yang ditumpuk dengan makanan laut mentah seperti tuna, salmon, dan udang. Selain itu adapula sashimi yang disajikan tanpa menggunakan nasi. Adapula maki yang merupakan nasi dengan isian seperti telur, sayuran dan ikan yang digulung dengan nori.
Sushi masuk ke Tanah Air pada tahun 1969, yakni ketika restoran Jepang pertama kali berdiri di Jakarta. Restoran Jepang ini didirikan oleh Kikuchi Surutake. Kikuchi adalah seorang mantan prajurit Jepang yang memutuskan menetap di Indonesia bersama dengan keluarganya setelah Perang Dunia II. Bersama dengan istrinya dirinya mendirikan restoran Jepang sederhana yang bernama Kikugawa.
Saat ini restoran Kikugawa masih tetap berdiri meskipun sudah banyak bermunculan restoran Jepang lainnya. Atmosfer yang autentik dan klasik ala Jepang ini tetap mampu menarik banyak pelanggannya untuk berdatangan.
Dengan tingkat popularitasnya yang tinggi, makanan sushi menjadi salah satu sajian yang menarik dan disukai oleh berbagai orang. Nah, apakah tertarik membuat kedai sushi, Anda bisa mulai dengan menyiapkan piring dan perlengkapan lainnya yang bernuansa Jepang. Salah satu yang kami rekomendasikan adalah piring horeka. Piring dengan desain minimalis ini sangat tepat digunakan untuk menyajikan sushi. Anda juga bisa membuat custom order piring horeka dengan logo usaha Anda.
Pesan custom order piring Golden Dragon Melamine Horeka Series (Ceramic Style) dengan logo usaha Anda sekarang! Dengan piring melamine berkualitas dari Golden Dragon Houseware, Anda tidak hanya menyajikan sushi dengan tampilan yang elegan, tetapi juga memberikan keamanan pangan berstandar food grade kepada pelanggan Anda.
Sejak tahun 2003, Golden Dragon Houseware telah mulai memproduksi produk-produk peralatan makan melamin yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Learn More...
Untuk pertanyaan dan informasi lebih lanjut, jangan ragu untuk mengirim email kepada kami di:
Copyright ©. All Rights Reserved. Golden Dragon Houseware ®